Cari
  • Enal

membicarakan cinta lewat segelas cokelat dan kopi


Perjalanan kali ini seperti ada sesuatu yang istimewah. Di bulan yang sama 10 tahun lalu, adalah kali pertama saya menjejakan kaki di tanah Sumatera, tepatnya di Jambi. Hari ini pun saya kembali ke tanah itu, meski di rempat yang berbeda, yakni di Lampung. Tujuan saya tidak jauh beda, berkaitan dengan tanaman perkebunan. Kalau dulu saya bersentuhan dengan pembibitan tanaman karet, kali ini lebih banyak ke produksi dan pascapanen kakao dan kopi. Sangat menarik menghadapi kultur dan aktivitas budidaya masyarakat di tempat yang berbeda. Dua hal yang selalu saya syukuri bahwa di tempat-tempat yang belum terpikirkan untuk saya jejaki ada orang-orang yang menerima kehadiran saya dengan baik. Selain itu, saya selalu bersyukur bahwa sesungguhnya saya ini begitu kecil dan tak berarti, sehingga saya harus belajar dan banyak belajar.

Setelah beberapa hari di kota Bandar Lampung melihat gudang serta rumah produksi coklat, bersama Pak Sapril dan Pak Hapri, dipandu oleh Mas Widi, hari ini kami akan bertolak menuju Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Kondisi kami sebenarnya belum sepenuhnya fit karena masih dalam tahap adaptasi, tapi ada hajatan yang harus dikerjakan dan diutamakan. Pagi yang hangat bersama gelas-gelas kopi dan potongan buah pepaya, kami larut dalam cerita yang panjang akan hidup yang diidamkan. Sebagai seorang yang masih lajang di antara mereka, saya tentunya banyak mendapat pelajaran penting pagi ini. Kopi yang nikmat. ... baca selengkapnya di ....>


25 tampilan0 komentar

 Follow Us:

  • YouTube Social  Icon
  • Facebook Social Icon
  • White Twitter Icon
  • White Instagram Icon

VIsitors

© 2018 by kakaolampung.com